Senin, Agustus 22, 2016

Setetes ASI Lebih Berharga dari pada Sebotol Susu Formula

Memberikan ASI (Air Susu Ibu) secara eksklusif selama 6 bulan adalah impian semua Ibu, dan menjadi luar biasa jika sampai 2 tahun. Terutama bagiku seorang ibu berkerja berusia 30 tahun yang sudah dibilang tidak muda lagi.

Proses kehamilan pertamaku lancar hanya tersendat ketika usia kandungan 4 bulan, karena mengalami hiper emesis dan harus dirawat selama seminggu di rumah sakit. Ada kejanggalan yang aku perhatikan pada puting payudara. Puting mengalami kelainan, puting tidak bisa keluar. Ketika kehamilan berusia 5 bulan, mulai membersihkan puting menggunakan kapas dan diberi sedikit baby oil atau minyak zaitun lalu sambil ditarik ujung puting agar bisa keluar. Apadaya usahaku tak berhasil sampai akhirnya anakku lahir.

Sangat disayangkan IMD ( Inisiasi Menyusui Dini) tidak dilakukan oleh bidan.
Panik dan bingung perasaan yang aku rasakan pada saat itu. Karena putingku tak kunjung keluar. Alhamdulillah mempunyai keluarga yang mendukung pemberian ASI secara eksklusif terutama Ibu dan Ibu mertuaku.

Karena keadaan ini saya dan suami memutuskan membeli alat penyedot ASI atau sering disebut breast pump. Alhasil kedua putingku sedikit demi sedikit keluar. Bidanpun menyarankan agar memberikan ASI ketika anakku menangis karena lapar karena bayi dalam keadaan lapar memiliki tenaga ekstra sehingga mampu menarik puting keluar. Kedua usaha yang aku lakukan berhasil.

Meskipun berhasil putingku keluar, masalah barunya putingku mengalami lecet dan berdarah. Ibu dan Ibu mertuaku menyarankan untuk tetap diberikan ASI dan sedikit menahan rasa sakit ketika sang anak mulai menyedotnya. Semakin sering seorang ibu memberikan ASI, hal ini akan mengurangi lecet. 

Cuti selama tiga bulan berakhir dan aku harus melakukan aktifitas kembali sebagai seorang karyawati disebuah perusahaan swasta dan memutuskan untuk tetap memberikan ASI eksklusif. Alhamdulillah ditempatku bekerja memiliki pasilitas untuk ibu menyusui dan diberi waktu lebih untuk melakukan laktasi. Walaupun terkadang agak susah meminta waktu kepada atasan untuk melakukan laktasi. Dengan kesabaran dan sedikit memberi pengertian kepada atasan tentang pentingnya ASI dan perusahaan sudah mempunyai peraturan agar memberikan waktu lebih untuk laktasi bagi ibu-ibu menyusui.

Sekarang usia anakku 5 bulan 14 hari, dan masih ASI eksklusif. Rencanaku ingin menyusui selama  dua tahun. Aku yakin mampu memberikannnya, karena setiap bayi yang keluar pasti diberikan makanan yang cukup oleh sang pemilikNya.

Mari kita dukung Pekan Asi Dunia agar semua ibu memberikan ASI dan semangat untuk memperjuangkan ASI untuk para penerus bangsa dan menjadikan bangsa ini lebih baik. Karena memiliki penerus yang kuat secara fisik dan mental. Karena ASI mempunyai kandungan yang sangat komplit dibanding susu formula. Karena bagiku setetes ASI lebih berharga dari pada sebotol formula. Walaupun kita dapat dengan mudah membelinya tapi kita tidak akan dapat kandungan yang lengkap selengkap ASI. Karena buatan sang pencipta tidak akan ada yang sanggup mwnyamai kandungannya sekalipun dengan susu formula yang termahal sekalipun.